Pada sesi perdagangan Rabu (20/12), diperkirakan IHSG akan mengalami tekanan setelah mencatat penguatan sebesar 0,96 persen pada hari Selasa (19/12) dan mencapai level 7.187.
William Surya Wijaya, CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, menyatakan bahwa IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi yang wajar dan potensi tekanan dalam jangka pendek masih bersifat minor. Dia menekankan bahwa hal ini perlu dipertimbangkan oleh investor dalam menentukan time frame investasi menjelang pergantian tahun.
William juga menyarankan investor untuk memanfaatkan peluang saat terjadi koreksi minor, terutama pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat. Dalam pandangannya pada Rabu (20/12), IHSG memiliki potensi untuk mengalami tekanan. Dia merekomendasikan saham-saham seperti HMSP, UNVR, BBCA, BBNI, GGRM, KLBF, TBIG, PWON, dan BINA.
Sementara itu, Ivan Rosanova, seorang analis dari Bina Artha Sekuritas, menyebutkan bahwa IHSG telah membentuk candle bullish pada hari Selasa dan tetap berada di atas area support 7.070-7.082. Hal ini memungkinkan IHSG untuk melanjutkan penguatannya menuju resisten berikutnya di level 7.255, terutama jika berhasil menembus level 7.225 ke atas.


