TikTok Mengumumkan Rencana Pendirian Data Center di Norwegia dengan rencana mengakuisisi fasilitas di Hamar, yang diharapkan akan menjadi pusat data terbesar di Eropa.
ByteDance telah lama berupaya mengatasi kekhawatiran terkait tudingan bahwa China dapat mengakses data pengguna TikTok di Eropa. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk membangun data center di luar China, tepatnya di dekat Eropa.
Theo Bertram, Wakil Presiden Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik TikTok, mengakui adanya skeptisisme terkait isu ini. “Kami memahami ketidakpercayaan ini,” ujar Bertram seperti dilansir oleh Daily Mail.
Pembangunan pusat data center ini merupakan bagian dari implementasi Project Clove, yang bertujuan untuk mendirikan pusat data dan menyimpan data pengguna TikTok di Eropa secara lokal.
TikTok mengumumkan komitmen investasi sebesar 12 miliar euro selama 10 tahun ke depan. Proses pemasangan dan pengujian server di gedung pertama diharapkan akan segera dimulai, dengan rencana untuk memulai migrasi data pengguna pada musim panas mendatang.
Menurut data TikTok, saat ini terdapat 150 juta pengguna di seluruh Eropa yang menggunakan platform ini setiap bulannya. Beberapa negara Eropa, seperti Italia, Norwegia, dan Belanda, telah mengungkapkan keprihatinan terkait keamanan data warga mereka.
Pada bulan Maret, otoritas anti-monopoli Italia membuka penyelidikan terhadap TikTok atas dugaan pelanggaran aturan terkait publikasi konten yang berpotensi merugikan, termasuk konten yang dapat memicu tindakan bunuh diri atau melukai diri sendiri, serta konten terkait gizi buruk.
Di sisi lain, pemerintah Belanda dan Inggris telah melarang pegawai pemerintah pusat untuk memasang aplikasi TikTok di ponsel mereka. Menteri Kehakiman Norwegia juga merekomendasikan agar pegawai pemerintah di negaranya tidak menggunakan TikTok selama jam kerja mereka.
Sumber : https://kumparan.com/kumparantech/tiktok-berencana-bikin-data-center-di-norwegia-buat-apa-21hXeihA2ME/full


