PANGKALPINANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meraih apresiasi atas langkahnya dalam meningkatkan alokasi anggaran pupuk bersubsidi untuk petani di Indonesia, yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 28 triliun rupiah. Langkah ini mendapat pujian dari Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si. Safrizal menyatakan bahwa peningkatan anggaran pupuk bersubsidi menjadi 54 triliun rupiah secara nasional merupakan kabar baik bagi petani di wilayah tersebut.
“Dengan bertambahnya alokasi anggaran pupuk bersubsidi, ini adalah bukti nyata dari kesungguhan Mentan Andi Amran Sulaiman dalam mendukung petani dan memajukan sektor pertanian di Babel,” ujar Safrizal.
Sebelumnya, alokasi pupuk bersubsidi untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2024 hanya sebanyak 2.933 ton. Namun, dengan peningkatan alokasi yang diinisiasi oleh Mentan, jumlah pupuk bersubsidi untuk provinsi tersebut meningkat menjadi 5.869 ton, termasuk Urea, NPK, dan NPK-FK.
“Kami akan segera mengalokasikan tambahan pupuk bersubsidi ini secara merata ke seluruh kabupaten dan kota, sejalan dengan semangat Gerakan Menanam Rakyat Bangka Belitung (Semarak Babel),” tambah Safrizal.
Amran menjelaskan bahwa peningkatan alokasi pupuk bersubsidi tersebut merupakan hasil dari berbagai pertemuan dan rapat bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para menteri terkait, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Langkah ini dilakukan untuk mendukung produksi pertanian berbagai komoditas penting di Indonesia.
“Semoga para pemimpin daerah segera menyusun alokasi pupuk bersubsidi per kabupaten dan kecamatan sesuai dengan data yang tersedia,” tandasnya.


