PT Pertamina EP (PEP) Zona 7 terus meningkatkan produksi migas. Pasca penemuan sukses satu sumur migas East Akasia Cinta (EAC)-001 di wilayah kerja PEP Jatibarang Field, PEP Zona 7 kini memperkuat komitmennya dengan mengonfirmasi keberadaan empat sumur baru yang direncanakan untuk memulai produksi pada tahun mendatang.
“Saat ini ada 22 sumur, ditambah temuan baru kemarin jadi 23 sumur migas. Tahun depan ada tambahan lagi 4 sumur migas. Jadi total di 2024 ada 27 sumur di PEP Zona 7,” kata General Manager PEP Zona 7, Afwan Daroni, di Fasilitas Produksi Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) PEP Zona 7, Jatibarang Field, Indramayu, Selasa (19/12).
ubah jadi beda Menurut Afwan, setiap tahun memang ada tambahan baru sumur migas di wilayah Akasia Bagus. “Memang terus ada tambahan temuan sumur migas di Lapangan Akasia Bagus di Jatibarang Field,” ujarnya. Adapun sebelumnya Pertama EP menemukan sumur migas di Indramayu dilakukan melalui Uji Alir Produksi (Drill Stem Test/DST) sumur EAC-001 diperoleh hasil laju alir minyak sebesar 30 BOPD, gas mencapai 2,08 MMSCFD dan kondensat setara 15,05 BCPD.
Pengeboran sumur EAC-001 dimulai pada tanggal 4 September 2023, dengan fokus utama pada Reservoir Batupasir konglomeratik Formasi Jatibarang dan Reservoir batugamping Formasi Upper Cibulakan. Kedua reservoir ini merupakan proven play atau konsep yang menghasilkan hidrokarbon di Lapangan Jatibarang dan Akasia Prima, Sub-Cekungan Jatibarang. Proses pengeboran mencapai kedalaman akhir sebesar 2520 mMD.
Rig dinyatakan selesai dari Sumur EAC-001 pada tanggal 28 November 2023, setelah 85 hari operasi yang sukses. Keberhasilan operasional ini juga mencerminkan penerapan Budaya HSSE yang tinggi, dengan capaian total jam kerja selamat sebanyak 155.016 jam.
Selain sumur baru yang telah berhasil ditajak di Lapangan Jatibarang, Pertamina EP juga berhasil menemukan satu sumur baru lainnya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di lapangan Tambun.
Pada tanggal 18 Agustus 2023, pengeboran sumur eksplorasi East Pondok Aren (EPN)-001 berhasil mencapai kesuksesan dengan mengalirkan minyak dan gas pada Drill Stem Test (DST) kedua. Hasilnya menunjukkan laju minyak sebesar 402 BOPD dan laju gas mencapai 1,09 MMSCFD dari target reservoir Carbonate Formasi Lower Cibulakan, pada kedalaman mencapai 2.590 mMD.
Dalam konteks yang berbeda, Indra Yuliandri, VP Explorations Pertamina EP, mengungkapkan bahwa potensi wilayah onshore di Jawa Barat Utara masih menjanjikan. Dia menyatakan bahwa sumur migas di wilayah Jabar Utara dianggap sudah mature, bahkan over mature karena telah diproduksi sejak zaman Belanja. “Padahal potensinya masih ada. Berdasarkan evaluasi eksplorasi, di cekungan Jabar Utara masif dan agresif. Khusus Bekasi, dengan penemuan EPN ini, kita dapat menemukan play-play yang sama,” ujar Indra.
Wisnu Hindadari, selaku Direktur Utama Pertamina EP, menyampaikan bahwa wilayah Jawa Barat memiliki potensi migas yang sangat menjanjikan. Ia menyoroti tiga wilayah di Jawa Barat yang secara khusus memiliki potensi migas, yaitu Bekasi, Subang, dan Indramayu.
“Wilayah Jawa Barat, seperti Bekasi memang memiliki potensi migas. Cadangannya masih ada,” kata Wisnu.
Wisnu menyatakan bahwa penemuan baru di lapangan migas merupakan bagian dari komitmen Pertamina EP dalam menjaga dan mendorong pengeboran eksplorasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa Reserve to Production Ratio di Regional Jawa dapat terus terjaga. Temuan cadangan migas di Bekasi dan Indramayu juga memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah di sektor energi nasional, yang bertujuan mencapai target produksi gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) dan produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari pada tahun 2030.
Selama periode Januari hingga akhir November 2023, Pertamina EP berhasil menyumbang produksi minyak bumi nasional sebesar 69.624 BOPD dan gas bumi sebesar 838,6 MMSCFD.


